SELAMAT DATANG DI BEM PPKN

Friendship is not a lesson you can learn in the school. But you have not learned anything if you haven't learned the meaning of friendship. (Shufi Salsabila)

SELAMAT DATANG DI BEM PPKN

Pendidikan merupakan hiasan kemakmuran serta tempat perlindungan dalam kesulitan. (Aristoteles)

SELAMAT DATANG DI BEM PPKN

Pendidikan bukanlah persiapan untuk hidup, pendidikan merupakan kehidupan itu sendiri. (JOHN DEWEY)

SELAMAT DATANG DI BEM PPKN

Pendidikan mempunyai akar yang pahit tapi buahnya manis. (Aristoteles)

SELAMAT DATANG DI BEM PPKN

Di depan memberi teladan,Di tengah memberi bimbingan, Di belakang memberi dorongan. (Ki. Hajar Dewantara)

Sunday, May 31, 2020

AKTUALISASI HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA DI MASA PANDEMI COVID-19 SAAT INI

AKTUALISASI HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA DI MASA PANDEMI COVID-19 SAAT INI

Oleh : Fitrha Gita Vidya
Pada Desember 2019, dunia dihentak dengan kemunculan virus corona atau covid-19. Virus corona atau covid-19 diketahui muncul pertama kali di Kota Wuhan, China dan dianggap cepat menular karena kemungkinan berasal dari hewan eksotis yang dijual di pasar hewan di Wuhan. Walaupun ada pula sejumlah teori konspirasi yang menyatakan bahwa virus itu berasal dari laboratorium virologi Wuhan (Sebayang, 2020). Semula virus ini hanya menyerang warga Wuhan, China. Namun tak disangka virus ini menjadi Pandemi global, karena sekarang hampir semua negara di dunia telah mulai terserang. Hal ini diakibatkan pula oleh interaksi sesama manusia lintas negara, terutama interaksi langsung dengan warga negara yang terpapar virus corona dari China.
Dalam masa Pandemi Covid-19 ini, semua negara  di dunia sedang diuji. Tak terkecuali Indonesia. Negara Indonesia  yang sekarang berpenduduk sekitar 271 juta jiwa dengan paling banyak menghuni Pulau Jawa (Widiyani, 2020), merupakan suatu tantangan dalam ujian di tengah masa Pandemi covid-19. Dengan jumlah penduduk sebanyak ini dan tersebar di wilayah Indonesia yang begitu luasnya, maka sebenarnya semakin sulit dalam penanganan virus ini. Namun, kita harus mengingat pula, bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Oleh sebab itu, pasti jumlah penduduk sebanyak ini akan memberi manfaat pula bagi sesama. Selain itu, luas wilayah Indonesia yang begitu besar juga pasti memberi manfaat yang dapat dijadikan tempat untuk pembangunan rumah sakit khusus virus covid-19 maupun untuk tempat karantina dan isolasi warga negara yang mungkin harus dilakukan.
Maka sudah seharusnya kita sebagai warga negara mengaktualisasikan kewajiban warga negara di tengah massa Pandemi covid-19 ini, guna membantu pemerintah dan negara dalam mempercepat massa Pandemi ini agar segera berakhir. Berikut adalah beberapa kewajiban sebagai warga negara (Welianto, 2020) yang dapat kita jalankan di tengah massa Pandemi covid-19 ini:
  1. Wajib menaati hukum dan pemerintahan. Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 berbunyi "Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya". Kewajiban ini dapat kita aktualisasikan dengan menjalankan perintah social distancing (pembatasan sosial dengan menghindari keramaian), menjaga jarak fisik atau physical distancing antara diri sendiri dan orang lain, hal ini memainkan peran penting dalam membantu mencegah penyebaran virus covid-19 dari orang ke orang ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin (Novianty & Utami, 2020). Oleh sebab itu, kita wajib mematuhi aturan untuk bekerja ataupun belajar dari rumah saja (work and study from home) dan kalaupun sangat mendesak untuk keluar rumah, maka harus memakai masker bahkan sarung tangan.
  2. Wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 yang berbunyi, "Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara”. Kewajiban ini pun dapat kita aktualisasikan dengan tetap berusaha dan berdoa untuk memutus mata rantai virus corona, guna kembali membaiknya kehidupan bangsa Indonesia.
  3. Wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. Di mana tertuang dalam Pasal 28J ayat 1 yang berbunyi," Setiap orang wajib menghormati hak asai manusia orang lain". Salah satu kewajiban kita dalam menghormati hak asasi manusia adalah dengan membantu disaat kesulitan. Massa Pandemi covid-19 ini merupakan massa-massa yang sulit apalagi untuk bertahan hidup. Padahal, bertahan hidup merupakan hak asasi manusia. Tugas kita ialah membantu sesama yang kesulitan. Berbagi rezeki baik itu berupa makanan, harta, maupun alat pelindung diri (APD) berupa masker, pakaian bersih, hingga sarung tangan bersih kepada sesama yang membutuhkan. Jika memang kita tidak mampu untuk melakukannya, seminimal mungkin kita membantu pengajuan hal tersebut kepada pejabat terdekat, boleh jadi ketua RT maupun orang mampu disekitaran lingkungan. Sangat miris ketika berita duka terdengar ke seantero negeri, bahwa seorang Ibu beranak empat di Serang, Banten meninggal dunia akibat kelaparan sebab tidak makan 2 hari dan hanya meminum air di tengah wabah corona ini (Indonesia, 2020)
Inti dari kewajiban sebagai warga negara yang dapat kita aktualisasikan di tengah massa Pandemi covid-19 ini adalah dengan mengikuti peraturan pemerintah untuk tetap beraktivitas di dalam rumah, menghindari keramaian, kemudian memakai masker hingga sarung tangan saat keluar rumah, selanjutnya kita wajib untuk saling membantu satu sama lain. Karena bukan hanya sektor kesehatan yang memburuk, namun pada sektor ekonomi pula.

Kemudian berbicara mengenai aktualisasi hak sebagai warga negara di tengah Pandemi covid-19 ini, maka hak yang bisa kita dapat ialah hak atas kelangsungan hidup. “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang”. Bagi beberapa kota yang Gubernur nya telah menetapkan untuk Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), maka warga berhak mendapat bantuan berupa sembako dan APD berupa masker. Namun pada praktiknya, belum semua warga mendapatkan bantuan tersebut sampai hari ini. Oleh sebab itu, kepekaan dan peran penting dari sesama warga merupakan hal yang sangat diandalkan hari ini. Semoga kita dapat saling membantu agar massa Pandemi covid-19 ini segera berakhir. Aamiin.
»»  Baca Selengkapnya...

Siluit Kuning

Siluit Kuning

Oleh : Villiyanda Vidanti
Terik datang menyebuk sinari bumi
Bak paal kedatangan pagi
Pesam tentram menyalakan api
Bagai wujud cinta dan kasih dari ilahi

Ku sadari bangsa ini membanggakan
Sejauh mata memandang
Keragaman yang ditampakkan
Tak lupa kekayaan pun menunjang

Gunung dan perbukitan tersergam
Perkebunan dan sawah terhampar
Danau dan sungai  berambai-ambai
Daya pikat dunia yang tak boleh terabaikan
»»  Baca Selengkapnya...

Perihal Rindu, Covid dan Rawamangun

Perihal Rindu, Covid dan Rawamangun


Tentang Covid yang entah kapan berlalu...
Tentang waktu yang terbelenggu
Tentang Aku yang merindukan Rawamangun

Rindu dan Rawamangun...
Nampaknya mereka adalah dua hal yang slalu berdiskusi ditiap malam
Membicarakan kisah-kisah yang kini telah suram
Menginginkan segala resah dan susah cepat terbenam
Mengingat rindu yang sudah banyak tertaman

AHHHHH...
Rasanya ingin sekali Aku menemui Rawamangun (lagi)
Dengan kampus hijau yang selalu terlihat asri

Rawamangun,nampaknya aku rindu..
Mendengar alunan irama tawa para mahasiswa
Menatap para intelektual muda yang biasa bercengkrama dibelakang Plaza

Rindu,Covid dan Rawamangun
Nampak ketiganya bertempur untuk merebutkan sebuah kemenangan
Sementara aku bertempur dengan sebuah kerinduan

Ini sangat perih..
Semoga lekas pulih..

Oleh : Nurhayati
»»  Baca Selengkapnya...

Tuesday, September 3, 2019

Waktu


Waktu..
Aku tenggelam dalam waktu yang semu
Memikirkanmu hingga terlarut dalam sendu
Bermalam aku rindu gelisah tak menentu

Waktu..
Asa, rasa, bahagia senantiasa hadir mendampingi
Memoles kisah yang takan pernah terakhiri
Kini kusendiri merenungkanmu yang kan pergi

Waktu..
Cepat berlalu tanpa terasa
Memutar indah segala rasa dalam frasa
Melodi kini berdenting dalam hening
Memecah rindu menjadi cerita klasik yang mengering

Waktu..
Saat itu kan datang, dan aku harus siap melepasmu untuk hidup yang sesungguhnya
Mengapai asa demi cita dengan cinta dan bahagia
Aku harus sanggup mengakui bahwa waktu lebih cepat dari aku merasa cinta
Jatuh hati pada seseorang yang tak tahu hatinya untuk siapa

Waktu..
Jika habis aku kan menangis
Mengemis-ngemis sambil membasahi pipiku yang manis
Membuat secarik kertas yang puitis sambil berpikir filsafatis
Aku kritis saat semua diam dan meringis
Menahan rasa bimbang dalam hati yang medesis

Waktu..
Jangan pergi terlalu cepat
Sebab harap masih ingin kudapat
Waktu..
Jangan hadir dalam duka sebab luka masih menguak bagai tersiram air cuka
Waktu..
Ku butuh engkau, untuk menikmati masa bersamanya

Waktu..
Jika memang harus terjadi,
Izinkan aku tuk menuai hasil dari rindu
Izinkan aku tuk bahagia, tertawa lepas dengan sang pujaan hati

Waktu..
Aku ingin kau hadir untuk aku dan dirinya. Maka bertahanlah
»»  Baca Selengkapnya...

Jiwa Berkelana di Ujung Hati

Oleh : Lia Sabilah



Saat hati bersendu tertawa dengan pahitnya kenyataan

Jiwa datang menghampiri semerbak kepahitan

Tak dipungkiri hati memang kuat melawan perpisahan

Tak hanya hati, jiwa pun siap untuk mempertahankan



Dan ternyata.....



Hati dan jiwa saling melengkapi untuk mempertahankan

Ya itu semua untuk mempertahankan arti kebersamaan

Yang 'ntah memang takdir sesuai dengan keinginan

Atau malah menjelma dengan kepahitan

Ntahlah semua itu ku serahkan kembali kepada Tuhan
»»  Baca Selengkapnya...

Tuesday, July 30, 2019

Jalan Panjang Menuju Kursi DKI 2


Oleh : Muhammad Syirot Hidayat Khoironi

            Belakangan ini kita dihebohkan dengan pertemuan dua anak bangsa terbaik di lebak bulus yakni Presiden terpilih Joko Widodo dengan lawannya Prabowo Subianto. Pertemuan ini seakan menjawab tragedi kemanusiaan di sekitar tanggal 22 mei lalu tentang kerusuhan di Jalan M.H Thamrin tersebut, meskipun beberapa pihak masih berat hati menerima keputusan Mahkamah Konstitusi setidaknya pertemuan di Lebak Bulus itu memberikan kesejukan tersendiri bagi kedua pendukung Pak Jokowi dan Pak Prabowo. Apalagi dengan dikeluarkannya statemen Pak Jokowi yang mengatkan bahwa tidak ada lagi 01 dan 02 yang kemudian disambut dengan ucapan Pak Prabowo yang memberikan selamat bekerja kepada beliau. Namun, kita tidak boleh larut dalam pertemuan dua putra bangsa terbaik ini,kita harus memikirkan persoalan-persoalan bangsa lainnya, karena sejatinya begitu banyak persoalan bangsa ini yang belum terselesaikan, pandangan kita semua tertuju pada pertemuan tersebut sampai lupa bahwa salah satu persoalan yang harus dituntaskan ialah belum diisinya kursi DKI 2 ,hampir kurang lebih 11 bulan Pak Anies menjalankan pemerintahan sendirian dengan ditinggalkannya Bang Sandi yang maju dalam kontestasi pemilu 2019 praktis kursi DKI 2 saat ini kosong tidak ada yang mendudukinya.
            Walaupun secara regulasi di undang-undang tidak ada aturan-aturan yang menyebutkan bahwa tidak boleh Gubernur bekerja sendirian tampaknya jika dilihat secara manajerial DKI Jakarta bukanlah suatu permasalahan yang kecil, begitu kompleks permasalahan di Ibukota ini mulai dari kemacetan, polusi, reklamasi, lapangan pekerjaan, hingga persoalan-persoalan lainnya nampaknya tidak akan mungkin Gubernur bisa menuntaskannya sendirian maka dari itu, diperlukannya pendamping untuk mengatasi persoalan-persoalan tersebut. Di beberapa media Pak Anies juga mengeluhkan terkait pembagian jadwal undangan-undangan dari pejabat penting dan lainnya praktis Pak Anies tidak bisa menghadiri seluruh undangan yang dikirim kepadanya karena sejauh ini beliau belum memiliki pendamping. Dari akibat tidak diisinya kursi DKI 2 ini sebenernya akhir-akhir ini mulai terlihat dengan dikritiknya kebijakan Anies terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Pulau D di Teluk Jakarta tersebut, itu menandakan beban yang dipikul Pak Anies ini cukup berat. Maka dari itu, diperlukannya sosok figur pengganti Bang Sandi yang dapat menemani Pak Anies hingga akhir pemerintahannya.
            Sebenarnya jika mengikuti rangkaian-rangkaian pemilihan Wakil Gubernur ini tinggal menunggu keputusan dari DPRD karena dari partai pengusung PKS dan Gerindra sudah mengusulkan dua nama yakni Agung Yulianto dan Ahmad syaikhu, terkait persoalan ini sebetulnya sudah di sorot langsung jauh-jauh hari oleh Mendagri Tjahjo Kumolo, beliau menyurati Pak Anies agar segera diisi kekosongan kursi DKI 2 agar pemerintahan di DKI Jakarta berjalan dengan maksimal, beliau juga menambahkan bahwa partai pengusung pemenang pemilu DKI ini hanya dua partai seharusnya mudah untuk mengambil keputusan secara mufakat. Lantas apa yang membuat rangkaian pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini begitu sedemikian lamanya? Pertama kita harus tahu betul bahwa proses kontestasi pemilu di 2019 ini menguras waktu yang cukup lama hingga tarik ulur kepentingan di dalamnya turut mempengaruhi proses penetapan pemilihan Wakil Gubernur ini. Kemudian kita harus paham betul bahwa DKI Jakarta ini adalah tempat yang strategis bagi keberlangsungan dinamika politik di Indonesia. Jika saja 2022 Anies menasbihkan dirinya sebagai calon presiden RI 1 bukan tidak mungkin Wakil Gubernur akan naik satu level menjadi penguasa di Ibukota, dan kita harus paham betul bahwa DKI Jakarta adalah wadah dimana representasi sketsa Indonesia secara jelas dapat terlihat, dimana didalamnya ada kepentingan-kepentingan ekonomi, mode transportasi mulai terhubung dari yang satu ke lainnya, pusat pemerintahan, pusat perekonomian, dan juga wadah bertemunya seluruh suku,ras,agama dan etnis mengadu nasib disana. Kedua lamanya proses di DPRD sebetulnya sudah harus dilakukan pemilihan wakil gubernur namun karena ketika itu belum memenuhi kuorum 50% + 1 maka belum diperbolehkan dilakukannya pemilihan wagub DKI Jakarta. Bila berkaca pada mundurnya rapat paripurna pemilihan Wagub seakan kita disuguhkan pada sandiwara-sandiwara elite politik saja, jika kita berfikir secara rasional sudah sepatutnya ketika ada agenda penting seperti itu selayaknya mereka semua hadir agar proses pemilihan Wagub ini dapat segera terselesaikan, namun dalam laporannya sebagaian besar tidak hadir dan rapat ditunda sampai ada himbauan selanjutnya.
            Pemilihan Wagub ini bisa saja diselesaikan secara cepat andai saja dua partai pengusung Gerindra dan PKS mau menurunkan egonya masing-masing. Dari pernyataan statemen pihak Gerindra sebenarnya sudah menyerahkan kursi tersebut kepada PKS akan tetapi ada saja oknum-oknum yang menghambat proses pemilihan Wagub DKI Jakarta ini, sehingga banyak memunculkan perspektif-perspektif yang liar , banyak kabar-kabar burung yang menyebutkan bahwa Bang Sandi akan kembali, namun statemen itu dibantah oleh beliau yang menkankan akan fokus menjadi oposisi dan tidak akan kembali menjadi Wagub kembali, jika kita melihat secara undang-undang memang tidak ada satu pasal pun yang melarang Bang Sandi untuk mendampingi Anies kembali akan tetapi banyak yang mengatakan bahwa tidak etis jika beliau kembali ke DKI 2. Ibarat memakan jeruk yang sudah di muntahkannya akan tetapi masih mau menjilatnya walaupun sudah jatuh ke tanah. Akan tetapi politik tidak seperti itu , politik selalu dinamis tidak ada yang bisa menduganya siapapun karena tidak ada pertemanan yang abadi , yang abadi hanya kepentingan-kepentingan tersebut. Dengan molornya pemilihan Wagub ini semakin kencang berhembus bahwa ada manuver-manuver politik yang menyebutkan bahwa Gerindra juga akan mengajukan satu perwakilan calonnya, pemilihan ini memang cukup menarik untuk di cermati. Kita baru akan tau setelah pansus dan panli menyepakati tata tertib yang mengharuskan rapat harus memenuhi kuorum.
            Dari sini sebenarnya kita melihat bahwa politik memiliki 2 sisi yang jauh berbeda penulis menyebutnya sebagai panggung depan dan panggung belakang, panggung depannya bahwa kita harus menyadari betul bahwa janji sudah terlanjur dibuat bahwa Partai Gerindra sudah secara implisit menyebutkan akan memberikan kursi Wagub kepada PKS namun seperti yang penulis katakan di awal paragraf bahwa politik tidak bisa hanya dilihat dari sisi panggung depan namun kita juga harus melihat bahwa panggung belakangnya ini yang membuat masyarakat bertanya-tanya apa sebetulnya yang membuat proses pemilihan Wagub ini berjalan sebegitu demikian lamanya, dengan terus di ulur-ulurkannya proses ini semakin masyarakat tidak percaya terhadap proses pemilihian Wagub yang sedang berlangsung. Wajar saja jika nantinya masyarakat tidak percaya terhadap proses ini, bahkan bisa saja masyarakat menduga-duga bahwa ada transaksi dibalik panggung belakang ini yang wujudnya benar-benar gelap dan tidak bisa terlihat. Semua keputusan kita serahkan kepada DPRD dan stakeholder terkait dengan tetap mengawasi jalannya proses ini, sambil berharap bahwa mereka semua yang disana tetap mengutamakan kepentingan publik dibanding kepentingan golongan maupun pribadi.

»»  Baca Selengkapnya...

Tunggu Aku, Tuan

Oleh : Destiny

Hallo, salam hangat untukmu yang tersenyum dibalik gagahnya pakaian dinas lapanganmu, Tuan.
Warna biru tua itu seakan menampakan betapa gagahnya dirimu kala itu,
Tatapan yang penuh arti itu yang ingin ku lihat setiap hembusan nafas ini,
Senyuman hangat itu yang ingin ku lihat setiap jantung ini berdetak,
Entah tak ada analogi apapun lagi untuk menggambarkan kegagahanmu.

Tuan, aku tau kriteria wanita seperti apa yang kau ingin untuk menjadi bahu yang halal tempat kau bersandar kelak
Ia lah wanita yang selalu pandai berbicara,
Wanita yang berprinsip dan punya pemikiran berbeda,
Wanita yang pandai menulis,
Serta wanita yang selalu memutuskan dengan logika.

Tuan, andaikan kau tau
Aku di sini, di singgahsana terindahku
Sedang menangis dan berdoa agar aku bisa menjadi apa yang kau mau
Aku sedang berusaha, Tuan.

Tuan, bantu aku
Bantu aku untuk tetap seperti ini,
Berjuang untuk merubah pola pikirku,
Berjuang untuk berani berbicara,
Berjuang untuk berprinsip
Serta berjuang untuk menjadi yang diidamkan olehmu.
Semoga tulisan ini dapat menjadi awal dari perjalanan kisah kita
Menjadi bukti cinta yang nyata kalau kita pernah jatuh cinta lewat sastra.

Tuan, aku menginginkanmu..


»»  Baca Selengkapnya...