SELAMAT DATANG DI BEM PPKN

Friendship is not a lesson you can learn in the school. But you have not learned anything if you haven't learned the meaning of friendship. (Shufi Salsabila)

SELAMAT DATANG DI BEM PPKN

Pendidikan merupakan hiasan kemakmuran serta tempat perlindungan dalam kesulitan. (Aristoteles)

SELAMAT DATANG DI BEM PPKN

Pendidikan bukanlah persiapan untuk hidup, pendidikan merupakan kehidupan itu sendiri. (JOHN DEWEY)

SELAMAT DATANG DI BEM PPKN

Pendidikan mempunyai akar yang pahit tapi buahnya manis. (Aristoteles)

SELAMAT DATANG DI BEM PPKN

Di depan memberi teladan,Di tengah memberi bimbingan, Di belakang memberi dorongan. (Ki. Hajar Dewantara)

Thursday, November 30, 2023

Ancaman Tersembunyi Polusi Udara di Balik Kemegahan Metropolis Kota Jakarta

Ancaman Tersembunyi Polusi Udara di Balik Kemegahan Metropolis Kota Jakarta

Karya: Noval Helmi Aji


Sebagai ibu kota negara Indonesia, Jakarta mempunyai peran yang sangat sentral dalam pembangunan negara. Dengan pertumbuhan populasi yang cepat, urbanisasi yang pesat, dan peningkatan aktivitas industri, Jakarta menghadapi tantangan serius dalam mengatasi salah satu permasalahan yang sering terjadi di kota-kota besar yaitu polusi udara. Pertumbuhan pesat yang terjadi di kota megapolis ini membuat populasi dan urbanisasi yang membawa dampak serius terhadap kualitas udara di kota tersebut. Polusi udara di Jakarta telah menjadi masalah serius yang memerlukan perhatian dan tindakan segera. Polusi udara di Jakarta juga menjadi permasalahan yang terus mengintai kehidupan penduduknya. Kita ketahui bersama memang polusi udara merupakan salah satu masalah lingkungan global yang semakin meresahkan. Sehingga dalam esai ini, penulis akan berusaha untuk mencari tau dampak polusi udara di Jakarta, penyebabnya, dan upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini.

Dampak Polusi Udara di Jakarta
Polusi udara memiliki dampak serius terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan di Jakarta. Tingginya tingkat polutan udara seperti partikulat, nitrogen dioksida, dan ozon dapat menyebabkan masalah pernapasan, penyakit jantung, dan bahkan dapat meningkatkan risiko kanker. Selain itu, polusi udara juga merusak lingkungan, mengancam keberlanjutan kosistem, dan mempengaruhi kualitas air.

Penyebab Polusi Udara di Jakarta
Beberapa faktor utama yang menyebabkan polusi udara di Jakarta antara lain adalah tingginya jumlah kendaraan bermotor, industri yang tidak ramah lingkungan, dan pembakaran sampah yang tidak terkendali. Jumlah kendaraan bermotor yang terus meningkat di Jakarta menjadi sumber utama emisi gas buang, terutama gas karbon dioksida dan nitrogen dioksida. Selain itu, industri yang berkembang pesat juga turut andil dalam emisi gas rumah kaca dan polutan udara lainnya.

Upaya Pemerintah dan Masyarakat
Pemerintah Jakarta telah menyadari pentingnya penanganan polusi udara dan mengambil beberapa langkah untuk mengurangi dampaknya. Pembatasan kendaraan bermotor dengan menerapkan kebijakan ganjil-genap, penggunaan transportasi umum yang lebih ramah lingkungan, dan peningkatan regulasi terhadap industri adalah beberapa langkah yang telah diambil. Namun, tantangan tetap besar mengingat pertumbuhan populasi yang terus meningkat dan tuntutan perkembangan ekonomi. Selain itu, peran masyarakat sangat penting dalam upaya mengatasi polusi udara. Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan perlu ditingkatkan. Masyarakat dapat berkontribusi dengan menggunakan kendaraan ramah lingkungan, mendukung kebijakan pemerintah yang pro lingkungan, dan mengurangi penggunaan bahan-bahan berbahaya dalam kehidupan sehari-hari.

Solusi Jangka Panjang
Untuk mengatasi polusi udara secara efektif, solusi jangka panjang perlu diimplementasikan. Salah satunya adalah investasi dalam transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan, serta mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. Peningkatan teknologi industri yang ramah lingkungan juga menjadi kunci dalam mengurangi emisi polutan udara dari sektor industri. Selain itu, edukasi lingkungan perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak polusi udara. Program-program penghijauan kota, pengelolaan limbah yang lebih baik, dan peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga udara bersih dapat membantu menciptakan perubahan budaya yang
mendukung lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Kesimpulan
Polusi udara di Jakarta adalah masalah serius yang memerlukan tindakan segera dan berkelanjutan. Dengan kombinasi upaya pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Peningkatan kesadaran dan edukasi lingkungan, investasi dalam teknologi ramah lingkungan, dan regulasi yang ketat terhadap sumber-sumber polusi adalah langkah-langkah kunci dalam perjuangan melawan polusi udara di Jakarta. Hanya dengan kolaborasi yang kuat dari semua pihak, kita dapat mencapai udara bersih dan kesehatan yang lebih baik untuk generasi mendatang.
»»  Baca Selengkapnya...

Bertahan

Bertahan

Karya: Melda Veronica Nainggolan

Lelah.. itulah yang kurasakan
Dengan jalan yang aku tapaki
Banyak kisah yang telah aku lewati
Demi mengejar sebuah impian

Meski tidak tau sampai kapan
Aku bisa tetap bertahan..

Namun dengan tekad dan harapan
Untuk kisah bahagia di masa depan
Akan kudahapi semua proses perjalanan
Dengan tetap bertahan

Terima kasih,
Untuk berani dalam mengambil keputusan
Terima kasih,
Sudah mau tetap bertahan
»»  Baca Selengkapnya...

Pertemuan Gelap Malam

Pertemuan Gelap Malam

Karya: Nida Azhar Khomisah

Pertemuan kita memang
Terbilang tak menyenangkan
Dengan latar gelap malam
Dingin dan sunyi

Melibatkan benci, takut, dan air mata
Bahkan sang maaf dan
ikhlas tak ingin hadir

Namun lambat laun
Hati ini mulai terbiasa
Mulai berbaur dengan
rasa tak tenang sesak dan nyeri

Dan yang terpenting hati dan luka ini
sudah melupakan apa itu air mata

Begitu rasa mengenalmu
Aku mati rasa
Seperti tenggelam
di lautan tinta hitam

Perlahan menyelimuti
seluruh tubuhku
Memaksakan diri
Menyamankan kepalaku
Bersandar padamu
Ruang gelap
»»  Baca Selengkapnya...

Friday, June 30, 2023

Lebih Daripada Teman

Lebih Daripada Teman

Karya: Siti Mushlihatul Khilda

Minggu, 11 Juni 2023
12.10 WIB

Kamu yang kusebut segalanya
Tak akan pernah melihatku dengan cara yang sama
Karena kamu adalah pilihan pertamaku
Sedangkan aku adalah pilihan terakhirmu

Selalu berdebar ketika berpapasan
Dengan rona merah yang berusaha kusembunyikan
Berharap kamu tidak mendengar degub jantung tak beraturan
Kala kedua telapak tangan saling bersentuhan

Aku yang selalu ragu ketika dihadapkan pilihan
Dan tak pernah berani mengungkapkan
Tak akan bisa bersamamu yang mudah sekali berteman
Juga selalu berhasil meninggalkan kesan di setiap pertemuan

Apalagi yang harus aku tuliskan
Nyatanya kamu terlalu indah tanpa goresan
Intinya senang dapat berkenalan
Tak bisakah kita lebih daripada teman?

-kh
»»  Baca Selengkapnya...

Rasa Yang Hilang

Rasa Yang Hilang

Karya: Galang Senjakala

Ketika rasa rindu yang tidak lagi menggebu-gebu
Ketika perasaan mulai hanyut terbawa arus air
Aku tidak mengerti perasaan apa ini?
Yang kusadari hanyalah, bahwa kehadiran dia sudah tidak lagi berada di sampingku
Rasa cinta, rasa sayang, rasa kasihan terhadap dirimu perlahan sudah menghilang

Tuhan
Jangan benamkanlah rasa rinduku terhadap dia
Aku tidak ingin lagi menyebut namanya di dalam setiap bait-bait do'a yang kulantunkan kembali
Saat ini
Hanya ada nama seseorang yang ingin kembali aku do'akan
Pastinya, wanita itu bukanlah dia
Akan kusimpan setiap bait do'aku untuknya selalu
»»  Baca Selengkapnya...

Wednesday, May 31, 2023

Pusaran Jembatan Kawung

 Pusaran Jembatan Kawung

Karya: Agnes Dwi Marlina

"Ah, kata orang jembatan ini angker, tapi setiap hari lewat sini ngga ada apa-apa, tuh."
Bisik Bagus dalam hati. Slang beberapa menit kemudian, terlihat gadis kecil sedang menangis di tepi jembatan hanya dengan mengenakan sandal sebelah. "Hiks hiks huhuhu mama..." Terdengar suara tangisan gadis kecil yang memanggil mamanya dari tepi jembatan.

"Hey, adik kecil mengapa kamu menangis di sini?" Tanya Bagus sambil mendekati
gadis kecil tersebut. "Sandalku hanyut, Kak. Aku ngga bisa pulang, huhuhu." Kata gadis kecil. "Kok bisa? Kamu habis main dari sungai?" Tanya Bagus. "Iya, Kak tolong bantu carikan sandalku ya" Mohon gadis itu kepada Bagus.

"Baiklah, ayo kita cari bersama-sama" Ajak Bagus. Sesampainya di sungai, Bagus
melirik kanan dan kiri untuk mencari sandal gadis kecil itu. Tiba-tiba...

"Ohh..., itu sandalmu bukan yang nyangkut di dekat ranting kayu?" Tunjuk Bagus.
"Iyaa, betul Kakk! Tolong ambilkan ya, Kak" Rengek gadis kecil itu. "Oke, aku akan coba ambilkan ke sana." Kata Bagus. "Iya, Kak." Kata gadis kecil.
 
Langit pun semakin gelap, akhirnya Bagus berhasil mengambilkan sandal gadis kecil
itu menggunakan ranting bambu dengan susah payah. "Ini sandalmu, jangan sampai hanyut lagi ya. Berhati-hatilah" Pesan Bagus. "Wahhh sandalku! Terima kasih, Kak! Ungkap gadis kecil. "Cepat pulang, nanti dicariin mama, lho" Tutur Bagus. "Dadahhh, aku pulang dulu kak." Kata gadis kecil itu sambil bergegas. Bagus juga segera bergegas untuk pulang, karena orangtuanya sudah menunggu di rumah. Setibanya di rumah, Bagus menceritakan semua kejadian yang baru saja ia alami tadi kepada orangtuanya. "Waduh, Nak. Kenapa baru pulang? Ini sudah mau maghrib, lho" Tanya Bapaknya. "Iya, Pak, maaf tadi ada sesuatu di jalan pulang." Jawab Bagus. "Sudah, Nak, kamu mandi dulu sana. Nanti kita sambung lagi." Tambah Ibunya. "Baik, bu." kata Bagus.

Beberapa menit kemudian. "Pak, tadi Bagus ketemu sama gadis kecil di Jembatan
Kawung." Jelas Bagus. "Apa?! Kamu beneran ketemu sama gadis kecil itu?!" Tanya Bapaknya. "Iya, Pak. Tadi dia kehilangan sandalnya, ya sudah Bagus bantuin cari deh, makanya jadi telat pulangnya." Jelas Bagus. "Berhati-hatilah, Nak. Kalau kamu bertemu dengan gadis itu di Jembatan Kawung, sebaiknya abaikan saja dan langsung pulang ya." Sambung Ibunya. "Memangnya kenapa, Bu?" Tanya Bagus terheran-heran. Ibunya hanya terdiam dan terpancar aura kesedihan dari raut wajahnya. "Sudahlah, Nak. Turuti saja perkataan ibumu. Ibumu benar kamu harus berhati-hati ketika melewati jembatan itu, Nak." Tutur Bapaknya. "Baik, Pak...Bu..."Jawab Bagus. "Sebenernya ada apa sih? Ibu sampai terlihat sedih begitu." Dalam batin Bagus.

Tak lama kemudian Bagus pun kembali ke kamarnya dan tertidur. Kali ini ada sesuatu
yang janggal di dalam mimpinya tersebut. Di tengah malam yang sunyi, terdengar suara ketukan dari kolong tempat tidurnya, Bagus pun langsung mengecek kolong tempat tidurnya tersebut, tetapi hasilnya nihil. Ketika hendak kembali ke tempat tidurnya tiba-tiba terdengar suara ketukan itu lagi dari bawah sana. Spontan Bagus langsung mengecek kolongnya dan terlihat sepasang kaki anak kecil berdiri tepat di seberang tempat tidurnya. Bagus pun langsung mendongakkan lagi kepalanya ke atas ternyata tidak ada orang di sana.

Kemudian ia mengecek kolong tempat tidurnya lagi dan ternyata sudah tidak terlihat
lagi sepasang kaki itu. Tiba-tiba segelas air dari seberang laci tempat tidurnya terjatuh dan pecah, ngerinya lagi kejadian tersebut dibarengi dengan adanya angin kencang yang menembus jendela kamar Bagus hingga terbuka lebar, tirainya melambai-lambai seolah menunjukkan telah datangnya seseorang dari kamar tersebut. Bagus bergegas menutup jendela kamarnya tersebut dan segera membereskan serpihan gelasnya yang terjatuh.

Ketika hendak mengambil serpihan gelas yang tersebar di kolongnya, tiba-tiba ia
menemukan sepotong foto yang sebagian sudah terobek. Terlihat sebuah potret keluarga dengan seorang gadis kecil. Sepertinya Bagus mengenali sandal berwarna merah muda yang dikenakan oleh gadis kecil itu, tetapi ingatan itu tiba-tiba saja hilang seketika. Kemudian terdengar lagi suara ketukan itu dari kolong tempat tidur Bagus. Spontan saja, ia pun langsung menundukkan kepalanya untuk mengeceknya dan hasilnya pun mengejutkan, sebuah tangan kecil dari kolong tempat tidurnya menarik foto itu dari tangan Bagus. Bagus yang terkejut langsung terbangun dari tidurnya dan mengira itu hanya mimpi. Tetapi lebih anehnya lagi serpihan gelas itu benar-benar masih ada dan nyata di depan matanya. Ternyata kejadian tersebut bukan hanya sekedar mimpi, Bagus yang penarasan pun langsung mengecek kolong tempat tidurnya, tetapi lagi-lagi hasilnya nihil. Karena takut, Bagus langsung bergegas ke
kamar orangtuanya dan menceritakan kejadian yang di luar nalar itu.

Keesokan harinya orang tua Bagus berpesan, agar dirinya selalu berhati-hati ketika
melewati Jembatan Kawung tersebut. Bagus pun hanya mengangguk patuh. Ketika sedang melewati Jembatan Kawung, tiba-tiba terlintas kejadian semalam di dalam benak Bagus. Ia masih penasaran sebenarnya siapa saja sosok yang berada di dalam foto yang ia temukan semalam. Ia terus memikirkan kejadian semalam yang memimpa dirinya. Tiba-tiba terdengar suara gadis kecil berteriak memanggil namanya dari pinggir sungai, "Kak Bagus!" "Lho siapa yang manggil?" Dalam hati Bagus. Ternyata suara itu berasal dari gadis kecil yang ia temui kemarin dari bawah sana. Bagus pun langsung menghampiri gadis kecil itu. Tetapi Bagus menemukan hal yang janggal, gadis kecil itu lagi-lagi hanya mengenakan sandal sebelah. Bagus pun bertanya-tanya, tidak mungkin ini adalah hal yang hanya kebetulan. Gadis kecil itu mengatakan bahwa sandalnya hanyut lagi di sungai. Itu sungguh aneh, Bagus pun terheran-heran. Setelah terdiam sambil melihat sandal gadis kecil itu, tiba-tiba terlintas lagi di benak Bagus tentang potret keluarga kecil yang ia lihat semalam. "Sandal itu..., aku pernah melihatnya." Ucap Bagus ragu. "Ya, kamu sudah melihatnya semalam, bukan?" Kata gadis kecil itu. "Bagaimana bisa kamu tahu?" Jawab Bagus dengan penasaran. "Kamu...kamu adalah gadis kecil yang ada difoto itu, kan? Sandalmu sama persis, tapi bagaimana bisa kamu..."

Tiba-tiba saja ucapan Bagus terhenti. Gadis kecil itu menceburkan dirinya ke dalam
sungai. Bagus spontan berniat untuk menolong gadis kecil itu dengan ikut menceburkan dirinya ke dalam sungai. Setelah masuk ke dalam pusaran sungai Bagus sadar ternyata itu adalah sebuah tipuan halusinasi, ia berusaha menyelamatkan diri tetapi sudah terlambat arus air terlalu kencang di bawah sana. Bagus tidak sanggup untuk menyelamatkan dirinya. Kesadarannya pun mulai menghilang tiba-tiba muncul gadis itu di hadapan Bagus, "Hahaha, ternyata kamu sudah tahu ya, Dik?!" Kata gadis kecil itu dengan mengejutkan. "Aku sudah lama menantikan hari ini, akhirnya kita bisa bermain bersama-sama di sini." Lanjut gadis itu lebih mengejutkan. Sebelum kesadarannya menghilang sepenuhnya, Bagus diberikan gambaran pada masa lalu oleh gadis kecil itu. Foto yang ia lihat semalam ternyata itu adalah potret kedua orangtuanya dan gadis kecil itu. Gadis kecil itu adalah kakaknya yang sudah meninggal 12 tahun yang lalu, sebelum kelahirannya. Orang tua Bagus selama ini menutupi kejadian tragis yang menimpa anak perempuannya dengan tujuan agar suatu saat Bagus tidak mengalami hal malang yang sama seperti yang dialami oleh kakak perempuannya. Gadis kecil itu meninggal setelah hanyut ke dalam pusaran Sungai Kawung akibat mencari sandal kesayangannya yang hanyut ketika sedang bermain di sungai. Ia meninggal tepat di hadapan ibunya. Ibunya pun langsung menolongnya tetapi sudah terlambat, putri kecilnya yang berusia 5 tahun sudah tenggelam terbawa arus pusaran sungai. Rasa sesal yang selama ini ibunya pendam membuat gadis kecil itu masih berharap kehadiran ibunya untuk dimintai pertolongan, tetapi semenjak kejadian itu, ibunya tidak kunjung melintas di jembatan itu lagi. Sejak itulah tempat itu terkenal dengan sebutan "Pusaran Jembatan Kawung" yang sudah memakan korban kakak beradik di dalamnya.
»»  Baca Selengkapnya...

Mimpi Diawali dengan Perjuangan

Mimpi Diawali dengan Perjuangan

Karya: Agnes Dwi Marlina

Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia. Setiap orang memiliki mimpi untuk masa depan. Semua tujuan hidup dirangkai demi tercapainya masa depan yang diinginkan. Untuk mencapai mimpi tidak hanya diraih dengan bermalas-malasan, melainkan dibutuhkan sebuah tekad, semangat serta perjuangan yang tak kenal lelah. Kegagalan terkadang membuat dirimu merasa lelah dan mengeluh dengan keadaan. Tetapi mengeluh bukanlah solusi untuk menghadapi rintangan menuju sebuah mimpi. Lantas, apa yang harus kita lakukan? Teruslah berjuang hingga mimpimu ada di genggamanmu!

Dalam tulisan ini saya ingin membahas mengenai perjuangan pelajar SMA untuk menggapai mimpinya pada masa depan.

Masa putih abu-abu sering disebut masa yang paling indah. Menarik untuk dipikirkan bahwa kondisi pandemi saat ini tentu hal tersebut sebuah pengecualian. Di mana aspek-aspek kehidupan masa SMA saat ini tentu harus menyesuaikan diri dengan keadaan yang ada. Saat sekolah daring seperti ini, sebagian pelajar menganggap remeh sistem pendidikan. Bangun tidur hanya untuk melakukan laporan absensi kehadiran lalu melanjutkan tidurnya kembali. Tanpa peduli apa tujuan untuk bersekolah itu sendiri. Padahal di situ terdapat sejuta mimpi yang harus diperjuangkan. Apakah mimpi bisa diraih dengan bermalas-malasan? Tentu tidak, kita harus bermimpi, mimpi itu diawali dengan perjuangan. Kalau kamu enggan berjuang, jangan berharap bisa meraih impian dan tujuan yang diinginkan dalam hidupmu.

Sering terdengar teman-teman saya menyerukan kutipan dari Bill Gates yang bunyinya seperti ini: "Aku akan selalu memilih orang malas untuk mengerjakan pekerjaan yang sulit, karena dia akan menemukan cara yang mudah untuk mengerjakannya." Ironisnya, dengan melihat kutipan tersebut tidak sedikit pelajar yang malas merasa bangga, justru dijadikan sebuah panutan. Malas bergerak, malas berusaha, dan malas belajar. Kerjaannya hanya main handphone dan keluyuran.

Padahal menurut saya, kata "malas" dalam kutipan Bill Gates itu berarti sangat kondisional, bukan sekadar malas mengerjakan pekerjaan sampai lalai dan melewati tenggat waktu seperti kebiasaan yang dilakukan pelajar yang malas. Misalnya, terciptanya teknologi mesin cuci itu terinspirasi dari orang yang malas mencuci dengan tangan. Artinya kata "malas" di sini merujuk kepada orang yang malas tetapi berpikiran kreatif, mereka selalu mencari cara cepat yang membuat pekerjaan jauh lebih efektif dan efisien. Maka lahirlah karya-karya yang inovatif dan berguna untuk semua orang. Sudah paham, kan? Mana mungkin seorang Bill Gates mempekerjakan orang yang malas tanpa syarat.

Saya mungkin bukan tipe seorang pelajar yang pintar sekali di sekolah. Tetapi karena usaha perjuangan saya untuk meraih mimpi, selama dua tahun berturut-turut saya selalu mendapatkan peringkat pertama di kelas. Saya anggap itu juga karena Allah dan orang tua yang meridai perjuangan saya selama proses belajar. Ya, walaupun hanya sekadar berjuang untuk rajin belajar dan mengumpulkan tugas. Tetapi, itu namanya perjuangan, kan?

Tahun depan saya berniat untuk melanjutkan pendidikan ke universitas di Jakarta. Sejak kelas sepuluh saya sudah sibuk mencari info tentang SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Setelah mengumpulkan info dan syarat-syarat mengikuti SNMPTN, saya mengajak teman-teman sekelas untuk berjuang bersama-sama dimulai sejak awal. Tetapi, sayangnya mereka menolak. Malah saya dibilang, ”Halah, sok ambis!

Semakin lama pengumuman Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) semakin dekat. Saya juga prihatin dengan teman-teman yang impiannya ingin masuk di PTN (Perguruan Tinggi Negeri) ternama, tetapi belum ada bekal untuk masuk PTN dan masih malas belajar. Kenyataannya, banyak yang menangis dan menyesal karena nilainya tidak maksimal di akhir. Tidak apa-apa, masih ada SBMPTN, teman. Tetapi kamu harus lebih giat belajar lagi. SBMPTN itu jumlah soalnya ratusan dan tingkat seleksi masuk PTN lebih ketat karena saingan kamu se-Indonesia, lho.

Mungkin banyak yang bertanya, "Mengapa, kamu ingin sekali masuk kuliah? Menghamburkan uang saja. Percuma perempuan bersekolah tinggi-tinggi tetapi pada akhirnya berada di dapur." Biarlah orang berpendapat seperti itu. Kuliah tak hanya menghamburkan uang, kok. Ada mimpi yang harus saya perjuangkan. Ada orang tua yang harus saya angkat derajatnya. Selama berkuliah mahasiswa itu mempelajari ilmu dan mengasah kemampuannya, termasuk kemampuan bertanggung jawab dalam setiap tugas yang diberikan. Dan itu semua termasuk perjuangan. Perjuangan maksimal akan mencerminkan hasil yang maksimal pula.

Tidak ada kisah orang sukses di dunia ini yang pemeran utamanya menyerah dan bermalas-malasan. Segala cobaan, permasalahan, serta kegagalan yang datang menghampiri hidupmu adalah pelajaran berharga untuk mimpimu pada masa depan. Seberapa besar badai masalah yang datang, cobalah terus berjuang dengan penuh semangat serta tekad yang kuat untuk meraih mimpi.

»»  Baca Selengkapnya...